Penyanyi Korea Kalah dalam Gugatan Perzinaan, Pengadilan Tolak Klaim Privasi atas Pesan KakaoTalk

Penyanyi Korea Kalah dalam Gugatan Perzinaan, Pengadilan Tolak Klaim Privasi atas Pesan KakaoTalk

Pengadilan tingkat pertama di Korea Selatan memutus sebagian mengabulkan gugatan ganti rugi terhadap penyanyi Sook Haeng dalam perkara perzinaan, dan putusan itu kini berkekuatan tetap setelah tidak ada banding dari kedua pihak. Menurut Star News pada 6 Oktober, baik Sook Haeng maupun A, istri dari pria menikah berinisial B, sama-sama tidak mengajukan banding. Dengan demikian, sengketa perdata yang berfokus pada tuduhan hubungan tidak pantas antara Sook Haeng dan B berakhir pada putusan yang mewajibkan Sook Haeng membayar ganti rugi sebagian dari nilai yang dituntut penggugat.

Fakta utama

Pada 17 bulan lalu, pengadilan tingkat pertama memutus sebagian mengabulkan gugatan A terhadap Sook Haeng. Pengadilan memerintahkan Sook Haeng membayar ?30.0 million KRW (about $22,400 USD) ditambah bunga keterlambatan yang dihitung sesuai tarif yang berlaku. Nilai ini lebih rendah dari tuntutan awal yang disebut sekitar ?100 million KRW (about $74,600 USD).

Perkara ini sebelumnya disidangkan di Suwon District Court Seongnam Branch Civil Division 7. Gugatan diajukan oleh A, istri dari pria menikah berinisial B, yang menuduh bahwa setelah B meninggalkan rumah, ia tinggal bersama Sook Haeng dan menjalani hubungan yang tidak pantas. Berdasarkan laporan sumber, klaim itulah yang menjadi dasar gugatan ganti rugi.

Menurut laporan Star News pada 6 Oktober, tidak adanya banding dari kedua pihak membuat putusan tersebut final. Ini adalah fakta prosedural yang penting karena menandai berakhirnya jalur hukum pada tingkat tersebut, setidaknya berdasarkan informasi yang tersedia dalam sumber.

  • Pihak penggugat: A, istri dari pria menikah berinisial B.
  • Pihak tergugat: Sook Haeng.
  • Pengadilan: Suwon District Court Seongnam Branch Civil Division 7.
  • Nilai gugatan: sekitar ?100 million KRW (about $74,600 USD).
  • Putusan tingkat pertama: Sook Haeng diperintahkan membayar ?30.0 million KRW (about $22,400 USD) plus delayed interest calculated at the applicable rate.
  • Status terbaru: tidak ada banding dari kedua pihak, sehingga putusan final.

Di luar ruang sidang, hubungan antara Sook Haeng dan B sebelumnya telah menjadi sorotan publik melalui tayangan JTBC dan platform online. Sumber menyebut rekaman CCTV yang memperlihatkan keduanya berpelukan dan berciuman di dalam lift, serta bukti B sering bermalam di luar rumah, memicu kontroversi luas. Namun, artikel sumber tidak menjelaskan apakah seluruh materi tersebut diperiksa di pengadilan atau bobot pembuktiannya dalam pertimbangan hakim.

Sumber juga menyebut bahwa baru-baru ini sebagian rekaman panggilan telepon antara Sook Haeng dan A diungkap melalui sebuah kanal YouTube. Dalam rekaman yang dirilis, perempuan yang diidentifikasi sebagai Sook Haeng terdengar memohon, “Can you just let this go for once?” Ia juga meminta maaf dan mengatakan, “I was under the impression the divorce was finalized when we met,” serta menyatakan tidak berniat memecah keluarga A. Menurut isi rekaman itu, ia mengaku mengakhiri hubungan tersebut setelah mengetahui seluruh faktanya. Meski demikian, sumber secara eksplisit menyatakan bahwa rekaman yang diunggah ke YouTube itu belum diverifikasi dalam bentuk asli maupun versi penuh. Karena itu, isi rekaman tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terkonfirmasi sepenuhnya.

Setelah tuduhan perselingkuhan mencuat, Sook Haeng disebut telah merilis surat permintaan maaf tulisan tangan dan mundur dari program MBN King of Active Singers, yang saat itu tengah ia ikuti.

Mengapa ini penting

Kasus ini penting karena menunjukkan perbedaan antara kontroversi publik dan hasil hukum yang benar-benar berkekuatan tetap. Dalam banyak perkara figur publik, perhatian sering terpusat pada potongan video, tayangan televisi, atau unggahan daring. Namun dalam kasus ini, informasi yang paling menentukan justru adalah status prosedural: tidak ada banding, sehingga putusan tingkat pertama menjadi final.

Nilai ganti rugi yang diputus juga relevan. Pengadilan tidak mengabulkan seluruh tuntutan sekitar ?100 million KRW (about $74,600 USD), melainkan hanya sebagian, yakni ?30.0 million KRW (about $22,400 USD) plus bunga keterlambatan. Dari sudut pandang pemberitaan, ini menandakan bahwa pengadilan tidak serta-merta menerima seluruh klaim penggugat sebagaimana diajukan, tetapi tetap menyatakan penggugat berhak atas kompensasi dalam batas yang ditetapkan hakim.

Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana materi yang beredar di ruang publik belum tentu memiliki status yang sama dengan bukti yang telah diverifikasi. Sumber menyinggung rekaman panggilan telepon yang diunggah ke YouTube, tetapi menekankan bahwa versi asli dan versi penuh belum terverifikasi. Penekanan seperti ini penting agar pembaca dapat membedakan antara materi yang ramai dibicarakan dan fakta yang benar-benar telah dikonfirmasi.

Hal yang perlu diperhatikan

Ada beberapa unsur yang masih tidak pasti atau tidak dijelaskan penuh dalam sumber. Pertama, artikel tidak memuat rincian pertimbangan hukum pengadilan yang mendasari angka ganti rugi ?30.0 million KRW. Tidak dijelaskan faktor apa saja yang diterima, ditolak, atau dianggap meringankan oleh majelis hakim.

Kedua, rekaman telepon yang beredar di YouTube tidak dapat dianggap sebagai dokumen yang telah diverifikasi. Sumber secara tegas menyatakan bahwa konten asli dan penuh belum dipastikan. Artinya, pernyataan yang dikaitkan kepada Sook Haeng dalam rekaman itu harus dibaca sebagai isi materi yang beredar, bukan sebagai temuan pengadilan yang telah dipastikan dalam artikel ini.

Ketiga, meski sumber menyebut tayangan JTBC, platform online, rekaman CCTV, dan bukti B sering bermalam di luar rumah, tidak ada uraian rinci tentang bagaimana setiap unsur itu digunakan dalam persidangan. Karena itu, hubungan antara kontroversi media dan pertimbangan pengadilan tidak boleh diasumsikan melampaui apa yang tertulis dalam sumber.

Keempat, sumber tidak menyebut respons terbaru dari Sook Haeng setelah putusan menjadi final, selain informasi sebelumnya bahwa ia telah menyampaikan permintaan maaf tertulis dan mundur dari King of Active Singers. Tidak ada pernyataan baru yang dikutip setelah status putusan dikonfirmasi final.

Kesimpulan

Berdasarkan laporan Star News yang diringkas dalam sumber, perkara perdata terhadap Sook Haeng telah berakhir pada tahap pertama karena tidak ada banding dari kedua pihak. Putusan yang final mewajibkan Sook Haeng membayar ?30.0 million KRW (about $22,400 USD) ditambah bunga keterlambatan, lebih rendah dari tuntutan awal sekitar ?100 million KRW (about $74,600 USD). Di saat yang sama, sebagian materi yang ramai dibicarakan publik, termasuk potongan rekaman panggilan telepon di YouTube, masih berada dalam wilayah yang belum terverifikasi penuh. Pembacaan yang hati-hati perlu membedakan putusan pengadilan yang sudah final dari klaim, materi daring, dan kontroversi publik yang tidak seluruhnya dijelaskan status pembuktiannya dalam sumber.