Perfect Crown Kontroversi

Drakor ‘Perfect Crown’ Revisi Buku Naskah Usai Tuai Kontroversi Distorsi Sejarah

DrakorPerfect Crown yang tayang di MBC atau dengan judul lain ‘21st Century Grand Prince’s Wife’ memutuskan untuk merevisi buku naskah resmi mereka setelah menuai kritik terkait dugaan distorsi sejarah. Penerbit O’FAN HOUSE mengumumkan bahwa mereka sedang berdiskusi dengan tim produksi untuk memperbaiki beberapa istilah seremonial yang dianggap tidak sesuai. Pembaca yang telah melakukan preorder akan diberi pemberitahuan terpisah, dan revisi akan diterapkan pada cetakan berikutnya.

Karena edisi pertama sudah terlanjur diproduksi dan didistribusikan, pihak penerbit mengambil langkah lanjutan untuk meminimalkan ketidaknyamanan pembeli. Mereka akan menyediakan file PDF versi revisi dan stiker fisik koreksi mulai 18 Mei melalui Instagram resmi. Stiker ini bisa ditempel langsung di halaman naskah yang salah, dan akan dikirimkan setelah masa pengajuan melalui Google Form ditutup.

Kontroversi ini bermula dari adegan penobatan karakter Grand Prince Ian, diperankan Byeon Woo Seok, di mana digunakan istilah “Cheonse” alih-alih “Manse”, yang secara historis merepresentasikan hubungan berbeda antara negara bawahan dan negara berdaulat. Selain itu, karakter Ian juga memakai mahkota sembilan rangkaian yang tidak sesuai dengan status kekaisaran yang seharusnya memakai dua belas rangkaian.

Tim produksi drama telah merilis permintaan maaf, mengakui bahwa meskipun drama ini merupakan kisah romansa sejarah alternatif, seharusnya mereka lebih cermat saat menggabungkan unsur fiksi dan sejarah nyata. Mereka mengakui kurangnya ketelitian dalam merancang dunia fiksi sehingga memicu kritik luas atas penyederhanaan dan potensi distorsi sejarah.