Mark Lee baru-baru ini jadi sorotan setelah terlihat mengenakan kaos dengan gambar bendera Konfederasi. Tak lama kemudian, ia memicu kemarahan lebih lanjut dengan unggahan Instagram yang menampilkan dirinya melakukan tantangan dengan lirik yang diduga misoginis. Penampilan publik pertamanya setelah kontroversi ini juga mendapat kritik.
Di acara publik pertamanya di Thailand, Mark menyapa penggemar dan membagikan kartu pos. Meski banyak yang antusias, beberapa orang merasa terganggu dengan pernyataan Mark dan timnya selama dan setelah acara. Mark mengucapkan terima kasih kepada penggemar yang hadir dan menyatakan bahwa ia merasa emosional melihat dukungan mereka.
Pesan serupa juga dibagikan di Instagram labelnya, yang mengucapkan terima kasih kepada penggemar karena “selalu mendukung Mark.” Namun, banyak netizen melihat ini sebagai upaya Mark untuk “memposisikan diri sebagai korban” dari kejadian baru-baru ini.
Beberapa orang menyebut pesan ini sebagai “paku terakhir di peti mati,” menganggapnya sebagai “bukti” perasaan sebenarnya Mark. Reaksi ini menunjukkan bahwa banyak yang merasa Mark dan penggemarnya tidak memiliki rasa malu.
Poin Penting:
– Mark Lee terlihat memakai kaos dengan bendera Konfederasi.
– Unggahan Instagram dengan lirik misoginis memicu kemarahan.
– Acara publik pertama di Thailand mendapat kritik.
– Mark berterima kasih kepada penggemar atas dukungan mereka.
– Pesan di Instagram labelnya dianggap memposisikan diri sebagai korban.
– Banyak netizen melihat ini sebagai “paku terakhir di peti mati.”
– Reaksi menunjukkan ketidakpuasan terhadap Mark dan penggemarnya.