JYP Entertainment founder dan CCO J.Y. Park kembali menanggapi tuduhan lama soal keterkaitannya dengan kelompok keagamaan kontroversial. Menurut sumber, ia membahas asal-usul gereja bernama Firstfruits dalam sebuah video baru yang diunggah di kanal Korea gereja tersebut. Dalam penjelasannya, Park menolak anggapan bahwa Firstfruits memiliki hubungan rahasia dengan kelompok lain, tetapi pada saat yang sama ia mengungkap latar belakang denominasi para anggotanya, termasuk orang-orang dengan latar belakang Shincheonji. Pernyataan itu kemudian menjadi sorotan media Korea karena Shincheonji selama ini dikenal sebagai salah satu gerakan keagamaan baru paling kontroversial di Korea Selatan.
Fakta utama
Menurut sumber, J.Y. Park beberapa tahun lalu sempat mengejutkan penggemar K-Pop ketika mulai mengunggah kuliah Alkitab ke YouTube dengan nama Firstfruits. Dalam video terbaru di kanal Korea gereja itu, ia berbicara langsung dari mimbar mengenai asal-usul gereja tersebut.
Park, yang dalam sumber disebut sebagai seorang Kristen yang “born-again”, mengatakan bahwa ia kerap ditanya apakah Firstfruits memiliki koneksi tersembunyi dengan kelompok lain. Ia membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa Firstfruits memiliki “lineage” dan “spiritual genealogy” sendiri. Ini adalah klaim dari Park sendiri, bukan verifikasi independen yang disajikan sumber.
Dalam penjelasan yang sama, Park juga menyebut latar belakang para anggota gerejanya. Ia mengatakan bahwa gerejanya memiliki orang-orang dari latar belakang Katolik, Presbiterian, Baptis, dan Shincheonji. Penyebutan Shincheonji inilah yang kemudian menjadi titik perhatian utama dalam pemberitaan lanjutan.
- Fakta yang dikutip sumber: Park menyatakan ada anggota Firstfruits yang berasal dari latar belakang Katolik, Presbiterian, Baptis, dan Shincheonji.
- Klaim Park: Firstfruits tidak memiliki koneksi rahasia dengan kelompok lain dan memiliki garis asal-usul spiritualnya sendiri.
- Konteks dari sumber: Shincheonji telah lama dilabeli sebagai sekte oleh gereja-gereja arus utama dan pernah disalahkan karena membantu penyebaran wabah besar COVID-19.
Sumber juga menambahkan konteks bahwa spekulasi mengenai kemungkinan hubungan J.Y. Park dengan Shincheonji bukan hal baru. Di masa lalu, warganet disebut pernah menduga ada keterkaitan karena struktur dan isi khotbah-khotbah awal Park dinilai memiliki kemiripan dengan materi dari Shincheonji. Bagian ini penting dipahami sebagai spekulasi warganet yang dilaporkan sumber, bukan fakta yang telah dipastikan.
Selain itu, pada 2018 sebuah media pernah melaporkan bahwa J.Y. Park termasuk dalam apa yang disebut “Salvation Sect”, gerakan keagamaan new-age kontroversial lain yang juga disebut sebagai sekte. Menurut sumber, pada saat itu Park membantah tuduhan tersebut.
Mengapa ini penting
Isu ini relevan karena menyangkut figur publik yang memiliki posisi penting di industri hiburan Korea Selatan. J.Y. Park bukan hanya pendiri JYP Entertainment, tetapi juga disebut sumber sebagai CCO perusahaan. Ketika tokoh dengan profil setinggi itu berbicara soal agama, apalagi dalam konteks tuduhan hubungan dengan kelompok kontroversial, pernyataannya mudah meluas dari ranah personal ke ranah industri dan publik.
Penting juga dicatat bahwa sumber tidak menyajikan bukti baru mengenai hubungan institusional antara Firstfruits dan Shincheonji. Yang ada adalah pengakuan Park bahwa sebagian anggota gerejanya memiliki latar belakang dari berbagai denominasi, termasuk Shincheonji. Itu berbeda dari pernyataan bahwa gerejanya berafiliasi dengan Shincheonji. Perbedaan ini krusial agar pembacaan isu tidak melampaui fakta yang tersedia.
Di sisi lain, penyebutan Shincheonji tetap sensitif karena kelompok itu memiliki reputasi yang sangat kontroversial di Korea Selatan. Karena itu, meski Park berupaya menegaskan identitas Firstfruits sebagai gereja dengan garis spiritual sendiri, penyebutan latar belakang anggota dari Shincheonji secara praktis membuka kembali perdebatan lama yang sebelumnya sudah beredar di ruang publik.
Hal yang perlu diperhatikan
Ada beberapa lapisan ketidakpastian dalam kasus ini. Pertama, sumber hanya menyebut adanya video baru di kanal Korea Firstfruits dan merangkum isi pernyataan Park. Sumber tidak menyajikan dokumen independen, investigasi eksternal, atau konfirmasi pihak ketiga yang membuktikan ada atau tidaknya hubungan organisasi antara Firstfruits dan kelompok lain.
Kedua, sorotan media Korea yang disebut sumber berfokus pada kata-kata Park tentang Shincheonji. Namun, fokus media tidak otomatis membuktikan adanya afiliasi formal. Yang terkonfirmasi dari sumber hanyalah bahwa Park sendiri menyebut ada anggota dengan latar belakang Shincheonji.
Ketiga, dugaan lama dari warganet mengenai kemiripan struktur dan isi khotbah awal Park dengan materi Shincheonji tetap berada pada level spekulasi sebagaimana dipaparkan sumber. Tanpa bukti tambahan, hal itu tidak bisa dinaikkan statusnya menjadi fakta.
- Belum terkonfirmasi: adanya hubungan institusional atau organisasi antara Firstfruits dan Shincheonji.
- Belum terkonfirmasi: rincian lebih lanjut mengenai jumlah anggota Firstfruits yang berasal dari latar belakang Shincheonji.
- Fakta historis menurut sumber: pada 2018 ada laporan media yang mengaitkan Park dengan “Salvation Sect”, dan Park membantahnya saat itu.
Karena artikel sumber tidak membahas harga, produk, atau ketersediaan, tidak ada informasi soal harga atau ketersediaan di Indonesia yang bisa dikonfirmasi.
Kesimpulan
Berdasarkan sumber yang tersedia, perkembangan utamanya adalah J.Y. Park secara terbuka membahas asal-usul Firstfruits dan menolak tuduhan adanya koneksi rahasia dengan kelompok lain. Pada saat yang sama, ia mengakui bahwa gerejanya mencakup anggota dari beragam latar belakang Kristen, termasuk Shincheonji. Fakta inilah yang memicu sorotan baru.
Namun, sumber tidak memberikan bukti independen bahwa Firstfruits memiliki afiliasi formal dengan Shincheonji atau kelompok kontroversial lain. Karena itu, pembacaan yang paling hati-hati adalah membedakan antara apa yang benar-benar dikatakan Park, konteks reputasi Shincheonji di Korea Selatan, laporan lama media tentang “Salvation Sect”, dan spekulasi publik yang belum terverifikasi. Dengan batasan itu, isu ini lebih tepat dipahami sebagai kontroversi yang kembali mengemuka setelah pernyataan baru Park, bukan sebagai konfirmasi final atas tuduhan lama.