Tablo dari Epik High baru-baru ini bikin heboh dengan cerita tentang sistem sensor ketat di Korea. Dalam podcast-nya, “Hey Tablo,” ia mengungkapkan bahwa lagu Epik High, “Ddu Ddu Ru,” disensor karena alasan yang aneh. Ternyata, lirik yang menyebut “200 km per jam” dianggap melanggar batas kecepatan di Korea, sehingga lagu tersebut harus disensor.
Cerita ini memicu diskusi panas di media sosial, dengan banyak netizen internasional mengkritik sistem sensor Korea yang dianggap terlalu kaku. Mereka merasa bahwa aturan ini membatasi kebebasan artistik dan sering kali tidak masuk akal.
Tablo menjelaskan bahwa ketika lagu disensor, artis akan menerima pemberitahuan resmi yang menjelaskan alasannya. Dalam kasus lagu Epik High, alasan resminya adalah masalah batas kecepatan. Hal ini membuat banyak orang menggeleng-geleng kepala.
Netizen membandingkan sensor ketat ini dengan penanganan kasus hukum lain di Korea yang dianggap lebih serius, namun sering kali mendapat hukuman ringan. Mereka merasa ada ketidakadilan dalam sistem hukum dan sensor di negara tersebut.
Poin Penting:
– Tablo ceritakan pengalaman lagu Epik High disensor.
– Alasan sensor: lirik menyebut kecepatan 200 km/jam.
– Diskusi panas di media sosial soal sensor ketat.
– Netizen kritik aturan yang dianggap membatasi kreativitas.
– Pemberitahuan resmi diberikan saat lagu disensor.
– Perbandingan dengan penanganan kasus hukum lain di Korea.
– Banyak yang merasa sistem hukum dan sensor tidak adil.