Jadi ceritanya, A ini masuk ke rumah Park Na Rae di Yongsan, Seoul, April tahun lalu. Dia ngambil barang-barang yang nilainya puluhan juta KRW. Waktu diinterogasi polisi, dia bilang nggak tahu kalau rumah itu milik Park Na Rae. Coba bayangkan, masuk rumah orang tanpa tahu siapa pemiliknya, terus ambil barang-barang berharga. Di sidang pertama, pengadilan udah mempertimbangkan rekam jejak A yang pernah melakukan kejahatan serupa, nilai barang yang dicuri, dan permintaan Park Na Rae buat hukuman yang tegas. Tapi A tetap banding, dan sekarang dia ajukan ke Mahkamah Agung.
Di sidang terakhir, A mengakui semua kesalahannya dan minta maaf atas kerugian yang ditimbulkan ke Park Na Rae. Katanya, dia menyesal banget dan sadar betapa seriusnya kejahatan yang dia lakukan. Tapi ya, tetap aja dia merasa hukuman dua tahun itu terlalu berat. Kita tunggu aja, apakah Mahkamah Agung bakal mengubah keputusan atau tetap sama. Gimana menurut kalian, teman-teman? Apakah hukuman dua tahun itu udah pas buat kasus kayak gini?