Seorang penggemar mengklaim bahwa mereka dikeluarkan secara paksa dari konser SMTOWN Live di Fukuoka dan peralatan kamera mereka rusak dalam prosesnya. Penggemar ini segera membagikan pengalaman mereka secara online dan menandai SM Entertainment. Mereka mengaku didorong dan diseret oleh staf, yang menyebabkan kamera mereka rusak.
Penggemar tersebut membawa kamera DSLR besar dengan lensa telefoto ke dalam venue konser. Selama acara, mereka didatangi oleh keamanan dan staf venue, lalu dikeluarkan dari arena. Mereka mengklaim bahwa lensa kamera mereka rusak saat konfrontasi tersebut, dan membagikan foto serta pernyataan tentang kerusakan yang terjadi.
Banyak penggemar lain tidak simpatik dengan situasi ini. Di banyak konser, penggunaan peralatan profesional untuk merekam memang dilarang, apalagi di Jepang yang terkenal ketat. Kamera DSLR besar dan lensa yang bisa dilepas biasanya dilarang, baik untuk fansite maupun penonton biasa.
Poin-poin penting:
– Penggemar mengklaim kamera rusak saat dikeluarkan dari konser.
– Mereka menandai SM Entertainment dalam postingan online.
– Membawa kamera DSLR besar dengan lensa telefoto ke venue.
– Dikeluarkan oleh keamanan dan staf venue.
– Banyak konser melarang penggunaan peralatan profesional.
– Di Jepang, aturan ini lebih ketat.
– Kamera DSLR dan lensa lepas biasanya dilarang.
– Kasus ini jadi pengingat pentingnya mematuhi aturan venue.