Kontroversi seputar Park Na Rae semakin bergeser dari reaksi emosional menuju pemeriksaan lebih dekat tentang perilaku, tanggung jawab, dan batasan antara selebriti dan staf. Awalnya, diskusi publik berfokus pada laporan stres emosional mantan manajernya. Namun, orang-orang terdekat mengatakan bahwa ini bukan inti masalah sebenarnya. Menurut laporan Dispatch pada 13 Januari 2026, perselisihan ini bukan karena perubahan hati mendadak dari para manajer, melainkan pola permintaan yang melampaui tugas profesional.
Salah satu insiden awal terjadi pada 4 November 2023, saat persiapan episode Taiwan dari “I Live Alone”. Park Na Rae meminta manajernya kembali ke rumahnya di Itaewon untuk mengambil tas Chanel, meskipun sudah membawa tas Gucci. Permintaan ini membuat manajer harus membatalkan keberangkatan dan memesan penerbangan baru, tiba di Taiwan setelah tim produksi.
Permintaan lain termasuk pembelian barang mewah di toko bebas bea bandara. Meskipun komunikasi tetap sopan, kritik muncul bahwa kesopanan tidak menghapus sifat permintaan tersebut. Beberapa tugas dianggap melampaui batas, termasuk klaim pengambilan resep medis proxy yang melibatkan catatan medis pribadi manajer.
Selain urusan medis, tugas manajer meluas ke urusan pribadi dan keluarga. Mereka mengatur pemeriksaan kesehatan untuk adik Park Na Rae, konsultasi bedah kosmetik untuk teman ibunya, dan membeli alkohol untuk acara pribadi. Beban kerja ini sering kali tanpa istirahat yang cukup.
Poin Penting:
– Kontroversi berfokus pada batasan antara tugas profesional dan pribadi.
– Insiden awal melibatkan permintaan mengambil tas Chanel di bandara.
– Permintaan termasuk pembelian barang mewah di duty-free.
– Klaim pengambilan resep medis proxy menimbulkan kekhawatiran privasi.
– Tugas meluas ke urusan keluarga dan pribadi Park Na Rae.
– Beban kerja manajer sering tanpa istirahat yang layak.
– Penggunaan kartu korporat juga menjadi sorotan.
– Mantan manajer siap menghadapi konsekuensi hukum.