Min Hee Jin vs Dispatch
Jadi, ada seorang pengacara misterius yang ngaku-ngaku dari ‘Kantor Hukum I-Han’ dan sibuk banget kirim pesan ancaman ke media Dispatch. Katanya, kalau artikel mereka nggak dihapus atau diubah, bakal ada tindakan hukum. Tapi, pas dicek, ternyata kantor hukum dengan nama itu cuma ada dua di seluruh negeri, dan nggak ada satupun yang punya pengacara dengan nomor telepon yang dipakai si pengacara misterius ini.
Ngomong-ngomong soal kasusnya, ini tentang Min Hee Jin, mantan CEO ADOR, yang diduga melakukan bullying di tempat kerja. Jadi, Min Hee-jin ini nggak terima kena denda dari Dinas Tenaga Kerja dan ngajukan banding ke pengadilan. Dia bilang kalau dia nggak bersalah dan nggak pernah nindas si A, pegawainya. Tapi, pengadilan malah bilang sebaliknya. Mereka setuju sama Dinas Tenaga Kerja kalau Min Hee-jin memang melakukan bullying, meskipun ada dua kasus yang nggak cukup bukti. Nah, yang bikin geleng-geleng kepala, Min Hee-jin malah merasa menang sebagian karena cuma dua dari empat tuduhan yang diakui.
Isi Chat
Yang bikin tambah panas, isi percakapan di grup chat kantor juga kebongkar. Di situ, Min Hee-jin sering banget ngomong kasar ke si A, yang baru sebulan kerja. Bayangin aja, dia manggil si A dengan sebutan kayak ‘bodoh’, ‘nggak becus’, dan lain-lain yang nggak enak didengar.
Min Hee-jin sih ngeles, katanya itu cuma cara dia bercanda dan membimbing si A. Tapi, pengadilan nggak sependapat. Mereka bilang, kata-kata kasar itu jelas bukan bentuk keakraban. Kasus ini juga makin runyam karena ada tuduhan Min Hee-jin coba nutup-nutupin kasus pelecehan seksual yang melibatkan wakil direktur di kantornya. Waduh, drama banget, ya! Jadi, gimana menurut kalian, apakah ini cuma salah paham atau memang ada yang salah di sini?