Pengadilan Korea memutuskan bahwa HYBE kalah dalam gugatan perjanjian pemegang saham melawan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin. Gugatan ini berakhir antiklimaks dengan pengadilan menolak sebagian besar klaim HYBE dan menyatakan bahwa HYBE sendiri yang lebih dulu merusak kepercayaan. Klaim terbesar HYBE adalah bahwa Min dipecat karena pelanggaran kepercayaan, namun pengadilan menilai bahwa tindakan HYBE yang memulai eskalasi publik.
Konflik antara HYBE dan Min awalnya bersifat internal, namun menjadi publik setelah laporan media eksklusif tentang audit HYBE terhadap ADOR muncul. Min merespons dengan konferensi pers yang dianggap pengadilan sebagai haknya untuk membantah klaim HYBE. Tuduhan bahwa Min mencoba mengambil alih kendali manajemen atau “membajak” NewJeans juga ditolak. Pengadilan menilai tindakan Min masih dalam lingkup kebijakan manajerial.
Pengadilan menekankan bahwa skenario yang dieksplorasi Min untuk kemandirian ADOR adalah rencana bersyarat yang memerlukan persetujuan HYBE dan tidak pernah dieksekusi. Sementara itu, audit cepat dan eksposur media oleh HYBE justru merusak kepercayaan. Pengadilan juga mencatat bahwa saham HYBE turun signifikan saat perselisihan ini menjadi publik.
Sebagai hasil keputusan, HYBE harus membayar ?25,6 miliar KRW (sekitar $17,7 juta USD) kepada Min Hee Jin dan pihak terkait. Semua klaim HYBE ditolak, namun mereka telah mengajukan banding, sehingga pertarungan hukum ini belum berakhir.
Poin Penting:
– Pengadilan menolak klaim HYBE terhadap Min Hee Jin.
– Konflik awalnya internal, menjadi publik setelah laporan media.
– Min dianggap berhak membantah klaim HYBE.
– Tuduhan “membajak” NewJeans oleh Min ditolak.
– Rencana Min untuk ADOR bersifat kondisional dan tidak dieksekusi.
– Audit dan eksposur media HYBE merusak kepercayaan.
– HYBE harus membayar ?25,6 miliar KRW kepada Min.
– HYBE mengajukan banding, kasus belum selesai.