Jadi ceritanya, masalah ini terungkap lewat wawancara, pernyataan tertulis, dan investigasi forensik. Ada seorang staf yang terlibat dalam operasi acara penggemar yang ternyata mengecek status pemenang fansign di luar tugasnya dan mendapatkan detail pribadi tambahan. Data ini kemudian dibagikan di grup chat pribadi dengan teman-temannya. Nggak cuma itu, dia juga membagikan tangkapan layar daftar pemenang acara siaran publik, yang berisi nama, tanggal lahir, dan nomor telepon 30 orang. Meskipun karyawan ini mencoba mempengaruhi hasil acara, perusahaan memastikan bahwa tidak ada perubahan yang terjadi dan acara tetap berjalan normal. Kasus ini sudah dilaporkan ke pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.
Weverse juga memastikan bahwa semua pengguna yang terdampak sudah diberi tahu sesuai hukum yang berlaku. Karyawan yang terlibat langsung dicopot dari tugasnya, dirujuk ke komite disiplin, dan dilaporkan secara pidana. Choi juga bilang kalau perusahaan akan menerapkan langkah-langkah ketat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan dan meningkatkan acara penggemar agar kepercayaan bisa kembali pulih. Semoga aja ini jadi pelajaran buat Weverse dan platform lain untuk lebih hati-hati menjaga data kita ya, guys.