Mereka bilang, “Kami nggak sepenuhnya sadar akan kewajiban hukum untuk mendaftar, jadi prosedurnya belum selesai. Setelah masalah ini terkonfirmasi, kami sekarang bekerja sama dengan para ahli untuk menyelesaikan pendaftaran dalam periode panduan.” Lee Hanee mendirikan perusahaan pertamanya pada 2015 dan beberapa kali mengganti nama sebelum akhirnya menjadi Hope Project di tahun 2022. Dia menjabat sebagai CEO dan direktur dewan sampai 2023, dan sekarang masih menjadi direktur internal sementara suaminya, J, mengambil alih posisi CEO.
Ngomong-ngomong soal aturan, di Korea Selatan, agensi harus mendaftar ke Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Kalau nggak, bisa kena hukuman penjara sampai dua tahun atau denda hingga 20 juta won. Ngeri juga ya! Kasus serupa yang melibatkan selebriti lain membuat kementerian memberikan masa tenggang untuk pendaftaran sampai 31 Desember. Jadi, buat kamu yang mungkin punya rencana bikin agensi di sana, jangan lupa urus pendaftarannya ya, biar nggak kena masalah di kemudian hari. Oh iya, ngomongin Lee Hanee, dia juga sempat kena isu penghindaran pajak sebesar 6 miliar KRW, tapi itu cerita lain kali deh. Intinya, hidup memang penuh kejutan, ya kan?